Latar Belakang

2 Sisi Mahasiswa : Tanggung Jawab dan Kebutuhan

Individu Mahasiswa dan yang dibutuhkan

Ketika menjalani kehidupannya di kampus., apa hal yang mahasiswa inginkan dan butuhkan agar dia nyaman dalam belajar dan beraktivitas. Mahasiswa butuh untuk menjalankan aktivitas akademiknya dengan tenang, mahasiswa butuh wadah untuk mengembangkan minatnya, Mahasiswa butuh tempat untuk berkarya sesuai potensinya …..mahasiswa butuh komunitas. Mahasiswa butuh penyegaran pikiran, mahasiswa butuh untuk tahu dan mahasiswa butuh wadah untuk belajar menjadi seorang pemimpin.

Tentang Tanggung Jawab

Dibalik kekuatan besar terkandung tanggung jawab yang besar…(Spiderman). Kita sebagai mahasiswa ITB punya potensi dan kelebihan. Kita memiliki latar belakang ilmu yang spesifik,kita punya akses informasi, kita punya wawasan dan kita punya jaringan. Maka kelebihan kita memberi kita sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab besar untuk peduli, dan tanggung jawab besar untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsanya. Pada akhirnya ketika realita berkata bahwa tidak semua mahasiswa sadar akan tanggung jawabnya, perlu pihak  yang mengkoordinasikan proses pencerdasan dan penyadaran. Siapa…?

Pemikiran Hebat dan Karakter yang kuat

Mahasiswa butuh sebuah sistem yang menempa dirinya menjadi seorang pemimpin dengan pemikiran hebat disamping karakter yang kuat. Hal ini tentu sulit dilaksanakan sendiri. Butuh tempat butuh wadah dan butuh komunitas.

Lantas…?

Terkait aktivitas akademik, mahasiswa butuh agar dia bisa bayar SPP apapun caranya, mahasiswa butuh regulasi yang menjamin haknya mendapatkan pendidikan dan mahasiswa butuh teman untuk memotivasi serta saling mengingatkan… lantas siapa yang akan membantu mahasiswa saat dia kesulitan membayar spp?siapa yang akan membantu mahasiswa saat akademiknya terancam, dan siapa yang akan membantu mahasiswa saat ia butuh informasi dan motivasi? Individu lain mungkin bisa membantu… tapi sebuah komunitas besar akan lebih banyak membantu. Komunitas yang menjadi wadah elemen2 untuk saling memberi dan menerima.
Individu manusia merupakan makhluk yang unik dengan segala ciri dan potensi yang dimiliki. Potensi bakat dan minat ibarat bibit yang butuh lahan agar ia tumbuh subur. Lantas siapa yang akan memfasilitasi mahasiswa agar ia mendapat lahan tempat persemaian benihnya dan siapa yang akan membantu agar lahan yang telah ada mendapat pupuk agar lahan menjadi semakin subur. Kita punya lahan..kita punya himpunan, kita punya unit dan kita punya kongres serta Kabinet. Mungkin lahan himpunan butuh pupuk kaderisasi agar ia bisa tumbuh… mungkin Unit butuh pupuk fasilitas dan akses agar ia bisa berkembang. Lantas…siapa yang akan menjadi koordinator agar setiap lahan persemaian minat dan potensi mendapatkan pupuknya? Agar himpunan dan unit mendapatkan apa yang ia butuhkan. Ataukah mahasiswa butuh lahan dan komunitas yang lebih besar untuk menyemaikan minatnya?
Salah satu yang manusia termasuk mahasiswa butuhkan adalah aktualisasi diri. Saat manusia memiliki kasih sayang.. dia butuh seseorang untuk pelampiasan rasa sayangnya. Saat Petani telah menyemaikan benihnya, dia butuh akses pasar untuk menjual padinya. Saat manusia memiliki nilai lebih, dia butuh tempat untuk berkarya, dia butuh tempat yang bisa memberi dia rasa dihargai. Saat mahasiswa berpikir dia butuh tempat untuk menyampaikan pemikiranya. Saat mahasiswa ingin mengabdi pada masyarakatnya…ia butuh arahan dan pemimpin serta kepemimpinan agar ia bisa masuk dalam relung kehidupan masyarakat Indonesia. Lantas dalam konteks keluarga mahasiswa.. siapa yang akan memberikan itu semua…??

Komunitas

Dalam tulisan sebelumnya… saya mencoba mengurai makna dari benang merah komunitas…

Komunikasi intensif adalah langkah awalnya…..

Obrolan santai ataupun sersan serta wacana yang ada akan meningkatkan kekeluargaan diantara kita dan menumbuhkan pemikiran tentunya…..

Memang diperlukan fasilitas agar terwujud komunitas..ruang public atau mimbar bebas adalah diantaranya….

Untuk kemudian berkembang menjadi kesamaan persepsi,visi dan cita – cita….

Nantinya berlanjut pada berjuang bersama – sama…..

Inisiatif dan arahan harus dilakukan oleh seorang pemimpin mahasiswa…

Takkan berjalan dengan baik tanpa kepemimpinan yang kuat, terlepas pemimpinya akan menggunakan gaya Hitler atau gaya Mahatma Gandhi dari India…..

Ach… Betapa indah ketika “Satu ITB” tak lagi sekedar Retorika….

Semua dapat dirangkum dalam kalimat :”Berpikir, Bergerak, Bersama – sama”…

Apa yang ada dalam sebuah komunitas : Komunitas punya anggota/entitas, komunitas memiliki ciri, komunitas memiliki mekanisme yang membuat antar entitas bisa berkomunikasi dan tukar informasi, komunitas memiliki mekanisme yang membuat antar entitasnya bisa saling memberi dan menerima. Dan komunitas memiliki visi serta arahan terkait kontribusi komunitas ke masyarakat luar. Komunitas memiliki kultur disamping cirri. Komunitas membuat anggotanya merasa nyaman berada didalamnya.
Dengan hal – hal yang ada dalam sebuah komunitas.. saya pikir apa yang dibutuhkan mahasiswa mulai dari kebutuhan akademis, kebutuhan akan penyadaran tanggung jawab hingga kebutuhan aktualisasi akan terpenuhi. Lantas… ketika komunitas membutuhkan fasilitas, siapa yang mengkoordinasikan usaha terpenuhinya fasilitas tersebut??

[To Be Continued…]

Advertisements

~ by zulkaidaakbar on March 12, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: