Kami cinta Indonesia…. (bagian 2)

Identitas ke-indonesiaan yang kokoh merupakan langkah awal. Selanjutnya adalah adanya cita-cita dan pemikiran untuk memperbaiki kondisi Indonesia. Mahasiswa itb dalam sejarahnya dan mungkin kedepanya adalah calon orang-orang yang memimpin 300 juta rakyat Indonesia. Km itb mengemban amanah mempersiapkan insan akademis yang insyaf akan tanggung jawabnya seperti tertera dalam konsepsi km itb. Dengan kata lain km itb juga berfungsi sebagai wadah pengkaderan bagi mahasiswa.

Mahasiswa hendaknya tanggap dengan permasalahan nasional. Kemudian dia berpikir solutif atas permasalahan tersebut sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dari berbagai permasalah yang dimiliki Indonesia, salah satunya adalah kemandirian energi.

Beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan kebijakan pemerintah yang menaikan harga bbm. Memang di satu sisi saya berpikir bahwa sebuah generasi yang bodoh jika terus menerus bergantung pada sumber energi fosil yang pasti akan habis. Namun, alangkah baik jika mahasiswa itb berpikir bagaimana seharusnya permasalahan energi ini dipecahkan sehingga Indonesia mampu mencapai kemandirian energi.

Indonesia punya banyak sekali potensi, demikian juga itb untuk memecahkan masalah ini. Kita memiliki prodi teknik perminyakan dan pertambangan yang memiliki wawasan lebih tentang resources energi fosil. Kita memiliki fisika yang memiliki wawasan lebih tentang nuklir. Ada juga biologi dengan bioenergy, teknik kimia dengan mikrohidro dan biofuel, geofisika dengan geothermal, oseanografi dengan energi arus laut, elektro dengan efisiensi daya dan teknik lingkungan dengan konsep analisis pembangunan energi terhadap lingkungan hidup. Yang ingin saya tegaskan adalah isu kemandirian energi bisa merangkul berbagai elemen km itb (meski tidak semua) untuk membuat sebuah konsep bersama dalam rangka mewujudkan kemandirian energi di Indonesia.

Dalam tataran program kerja saya bercita-cita membuat lokakarya energi. Disana kita duduk bersama, membayangkan bahwa kita adalah sorang mentri energi dan sumberdaya mineral yang sedang merumuskan kebijakan. Hasilnya adalah sebuah usulan konsep kepada pemerintah dan pewacanaan kepada elemen luar.

Titik tekan dari semuanya yakni kita mencoba berpikir layaknya seorang negarawan berpikir. jika kita adalah calon2 pemimpin bangsa maka kita harus terbiasa untuk membuat visi jangka panjang dan terlatih sebagai seorang problem solver untuk merumuskan konsep dalam rangka mencapai visi tersebut.

Dalam konsepsi disebutkan bahwa seorang insane akademis berarti dia mau mencari dan membela kebenaran ilmiah. Ilmiah berarti ada landasan logis dalam setiap aktivitas. Kultur ilmiah perlu untuk ditingkatkan dengan menggiatkan aktivitas membaca, menulis, diskusi dan dialog. Semua aktivitas tersebuat bermuara pada pembentukan pola pikir. Hal ini adalah tools untuk berpikir memecahkan berbagai permasalahan. Dalam tataran program kerja, beberapa hal yang ingin saya wujudkan adalah pekan baca tulis, diskusi panel dan mimbar bebas yang dilaksanakan rutin serta penerbitan jurnal mahasiswa itb berkala.

Tidak ada revolusi tanpa revolusi pemikiran – stalin
 -zulkaida akbar-
Vote izul for presiden km itb

Advertisements

~ by zulkaidaakbar on March 15, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: