Lihatlah lebih dekat….

Hanya sekedar mengingatkan bahwa dibalik tembok nama besar ITB ada 600an sekolah terbuka antah berantah yang dikelola oleh yayasan entahlah. Sekolah tanpa perpustakaan,tanpa ekstrakurikuler, beberapa tanpa gedung,tanpa buku dan pada akhirnya tanpa harapan.

Hanya sekedar mengingatkan tahun lalu ada seorang fifi yang bunuh diri gara-gara tak mampu bayar spp. Setelah sebelumnya ada suprijadi yang menggotong mayat anaknya chairunnisa dibawa kabur dari rumah sakit gara-gara takut tagihan ruma sakit..

Hanya sekedar mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu pemerintah mengimpor setengah juta ton beras saat harga beras  mencapai 8500/kg. dengan 60 persen rakyat Indonesia masih bekerja di sector pertanian sebagai buruh tani miskin. Ditambah 300000 hektar lahan musnah per tahun
Hanya sekedar mengingatkan… tak enak rasanya nasi aking…

…… Membangun paradigma : pendidikan,pertanian,energi,ekonomi kerakyatan

Saya yakin tidak ada yang tidak setuju jika saya mengatakan bahwa pendidikan adalah fondasi mendasar jika sebuah bangsa ingin jaya. Apalagi ditengah realita duka terkait bea sekolah yang makin menjulang, gedung2 SD yang makin meretak dan pendidikan yang berkonsep “gaya bank” dan sangat tidak humanis. Pendidikan yang tidak sesuai dengan makna filosofinya serta tidak menjangkau semua. Apakah kita masih ingin mendengar kisah2 anak bunuh diri gara2 tak mampu bayas spp atau uang ekstrakurikuler Rp 2500…?

Disaat kita masih berlabel sebagai Negara agraria dengan mayoritas penduduk bekerja di sector pertanian, kita harus menelan pil pahit impor beras. Disaat kita dulu pernah swasembada beras, ternyata sekarang nasi aking merajalela. Disaat kita terbuai dengan kata pembangunan, 300.000 Ha lahan musnah per tahunnya…. Apa yang salah?

Koes Ploes bilang bahwa negeri kita adalah negeri surga. Namun apakah kita memiliki dan menikmati surga yang ada di perut ibu pertiwi kita? Benarkah kita bebas menikmati minyak yang ada dibawah kita?ataukah kita adalah negeri terjajah dalam hal pengelolaanya…. Gelisahkah kita jika mendengar hampir tiap hari ada pemadaman listrik di Sulawesi dll. Saya coba membayangkan dan berandai – andai : “ Suplai Listrik di NTB di pasok dari GeoThermal yang dikelola masyarakat sekitar, Suplai Listrik di Bandung dipasok dari Nuklir yang dikelola masyarakat sekitar, suplai listrik di semarang dan daerah pesisir utara dipasok dari energi laut yang dikelola masyarakat sekitar.. Saya membayangkan maka masyarakat Indonesia akan menjadi Pintar. Isu Energi bisa menjadi batu loncatan mencapai visi kekokohan pilar sains dan teknologi Indonesia.

Sebuah Ironi ketika Pemerintah berkata telah meningkatkan Ekonomi Indonesia dengan parameter pertumbuhan ekonomi naik sekian persen,Tingkat Inflasi sekian persen BI Rate sekian…. Sementara Kompas berkata bahwa di NTB ada busung lapar, Pikiran Rakyat Bilang bahwa beberapa desa di Cirebon masyarakatnya mulai mengkonsumsi nasi aking…apa yang salah?Sangat bermasalah ketika pemerintah atau siapapun terlalu berpijak pada ekonomi makro. Perlu ditawarkan paradigma ekonomi kerakyatan. Ekonomi yang bertumpu dan focus pada pemberdayaan koperasi, sector riil, petani, perkebunan dan unit usaha kecil dan menengah tanpa mengabaikan kestabilan ekonomi makro tentunya… -zulkaida akbar-
Vote izul for presiden km

Advertisements

~ by zulkaidaakbar on March 15, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: